Don't miss

Banteng Jawa

By on June 15, 2013

Banteng Jawa adalah mamalia berukuran besar yang merupakan hewan endemik dari Indonesia. Banteng memiliki nama ilmiah Bos javanicus dari suku Bovidae. Kata Latin bos berarti banteng dan javanicus berarti dari Jawa. Seorang peneliti alam yang bernama d’Alton pada tahun 1823, pertama kali memerikan jenis ini sebagai mamalia besar yang terdapat di Jawa oleh  karena itu kemudian ia beri nama Bos javanicus. Penelitian selanjutnya menemukan bahwa jenis ini memiliki 3 anak jenis yang menyebar di Asia Tenggara, yaitu  dari Pulau Bali sampai  Vietnam. Ketiga anak jenis banteng jawa adalah: 1) Bos javanicus javanicus atau banteng jawa yang terdapat di Pulau Jawa dan Bali. Anak jenis ini masih banyak ditemukan di taman nasional di Bali Barat, Ujung Kulon, Baluran. 2) Bos javanicus lowi atau banteng kalimantan adalah anak jenis banteng  yang terdapat di Kalimantan. Anak jenis banteng ini berukuran lebih kecil bila dibandingkan dengan anak jenis yang berasal dari Jawa. Warna jantan dan betinanya adalah cokelat. 3)  Bos javanicus birmanicus atau banteng birma yang terdapat di Thailand, Birma (Myanmar) Laos dan Vietnam. Warna tubuh banteng birma juga cokelat dan hanya sekitar 20 persen banteng jantan yang berwarna hitam.  Banteng  Secara evolusi dahulu terdapat satu jenis banteng yang karena terpisah daratan tempat (teori Gonwana), maka terjadilah sedikit perbedaan fisik di antara ketiganya sehingga menyebabkan dikelompokkannya menjadi 3 anak jenis seperti yang dikenal hingga saat ini.banteng kalimantan (Bos javanicus lowi)-budipedia-02

Banteng di Indonesia

Banteng di Indonesia merupakan satwa yang dilindungi. Di Pulau Jawa banteng terdapat di cagar alam Ujung Kulon. Populasi banteng liar di sana masih cukup banyak. Banteng oleh masyarakat Bali sudah dijinakkan dan dikawin silangkan dengan sapi peliharaan. Banteng bali berukuran lebih kecil dibanding banteng jawa. Banteng jawa liar yang terdapat di Ujung Kulon mencari makan pada malam hari dan siang hari bersembunyi di semak belukar sambil mengunyah makanannyabanteng kalimantan (Bos javanicus lowi)-budipedia-01

Banteng berkembang biak dengan beranak, usia kandungan banteng hanya 8 bulan. Mamalia besar ini melahirkan 1—2 ekor. Tinggi banteng dewasa mencapai 170 cm, yang jantan memiliki punuk. Banteng jawa jantan dapat mencapat berat 1 ton.  Tanduk banteng jantan hitam dan melengkung ke atas dengan panjang mencapai 60 cm dan tanduk yang betina hanya 30 cm. Warna tubuh  banteng jawa  di ujung kulon adalah hitam dengan kaki bawah dan pantat berwarna putih. Sedangkan banteng betina berwarna cokelat muda dengan kaki bawah dan pantat berwarna putih. Banteng jawa terutama makan  rerumputan, pucuk-pucuk tumbuhan, rebung bambu, dan buah-buahan hutan. Banteng jawa menyukai dataran yang agak landai di lembah-lembah. Bila musim kering, berpindah  ke daerah yang agak tinggi untuk mencari rerumputan. Banteng hidup dalam kelompok 10—70 ekor kawanan. Banteng yang menjadi raja biasanya menjadi penjaga kawanan ini.

Di Indonesia, banteng jawa dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan yang sangat potensial setelah diteliti dan dikembangkan lalu dibudidayakan mengingat banteng bertubuh besar (sampai 1 ton) dan tahan penyakit. Genetika unggul banteng sangat luar biasa bila dikembangkan dan dibudidayakan.

Dari variasi warna terlihat jelas bahwa banten jawa benar-benar merupakan galur murni yang sangat baik sebagai indukan dan sumber genetika yang luar biasa ini harus tetap dilindungi. Banteng merupakan kekayaan genetika jenis mamalia besar yang menunggu untuk dibudidayakan agar dapat dikembangkan sebesar-besarnya sebagai sumber makanan hewani bagi masyarakat Indonesia. Kekayaan ini merupakan tantangan besar bagi para sarjana peternakan di Indonesia agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Klasifikasi

Kerajaan                      : Anamalia (hewan)

Filum                           : Chordata (bertulang belakang)

Kelas                           : Mammalia (hewan menyusui)

Bangsa                        : Artiodactyla (berkuku genap)

Suku                            : Bovidae (lembu-lembuan)

Marga                          : Bos (banteng)

Jenis                            : Bos javanicus   d’Alton, 1823

Sinonim                       : Bos sondaicus   Lydekker,

Bos banteng  Wagner.

Referensi

  1. Cipta Adi Pustaka, PT. Ensiklopedia Nasional Indonesia, Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka, 1988.
  2. Ichtiar Baru van Hoeve, PT. Ensiklopedia Indonesia seri Fauna. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 1992.
  3. Suhono, Budi, Kamus Lengkap Flora-Fauna, Jakarta: PT Kharisma Ilmu, 2013.

Internet:

Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>