Don't miss

Kembang Pukul Empat

By on May 5, 2013

Kembang Pukul Empat

Tkembang pukul empat (9)anaman berupa semak berumur pendek sekitar dua tahunan (binually). Tetapi akar yang tersisa dapat menumbuhkan batang baru. Terna ini ini memiliki nama ilmiah Mirabilis jalapa L. dari suku Nyctaginaceae (suku kampah-kampahan). Jenis tanaman ini sering dijumpai tumbuh sebagai tanaman gulma dan bahkan sering ditemukan tumbuh meliar di areal seperti tepian jalan, di tepi selokan, di pinggir sungai atau di lahan-lahan tak terurus.

Sebenarnya tanaman ini merupakan tanaman hias yang sering ditanam di halaman rumah atau di dalam pot bunga. Bunga memiliki warna yang bermacam-macam seperti putih, kuning, merah, jingga, dan bunga dengan percampuran warna karena persilangan. Jenis ini berasal dari Amerika tropis khususnya Meksiko.

Morfologi

Sosok tumbuhannya memiliki tinggi batang sekitar 30—90 cm, batang memiliki banyak percabangan. Daun berwarna hijau dengan bentuk segitiga dengan ujung lancip. Pangkal daun lurus. Ukuran daun 4,5 X 7 cm. Letak daun berhadap-hadapan. Percabangan tanaman ini mudah patah.kembang pukul empat (8)

Bunga keluar setiap waktu dengan waktu mekar pada sore hari sekitar jam 16.00-an, dan bunga terus mekar sampai pagi hari. Sekitar jam 7—8 pagi baru kuncup kembali. Mahkota bunga berwarna putih, kuning, jingga atau merah-keunguan. Bunga keluar pada ketiak daun (axillary), berupa corong dengan panjang sekitar 4—5 cm. Benang sari terdiri atas 5 tangkai dengan kepala sebuk sari yang jelas. Putik memiliki tangkai yang lebih tebal dengan kepala putik yang besar. Penyerbukan dilakukan dengan bantuan angina tau serangga. Hasil penyerbukan berupa biji fertile dengan bentuk oval yang berwarna hitam bila telah masak. Permukaan biji kasar dengan ukuran 5 X 8 mm.  Bila biji dibelah atau dipencet akan meluar serbuk atau tepung dengan warna putih.

Penyebaran

Jenis tanaman ini memiliki penyebaran yang luas di Indonesia. Kembang pukul empat tumbuh dari dataran rendah hingga daerah pegunungan 3—1000  meter di atas permukaan laut. Tanah gembur yang penuh humus disertai drainase yang baik merupakan habitat yang paling cocok untuk tanaman ini. Sinar matahari secara langsung dapat mempercepat perumbuhan tanaman ini.

Kandungan obat

Tanaman ini memiliki akar yang menggelembung membentuk seperti umbi. Pada daun dan akar tanaman ini mengandung senyawa flonoid yang berfungsi sebagai anti radang. Pada bagian akar mengandung xanthin.kembang pukul empat (5)

Manfaat 

Rebusan daun dimanfaatkan sebagai peluruh air seni, memperlancar aliran darah, mengobati wasir, radang amandel, radang prostat, keputihan, kencing manis, radang sendi  dan varises serta anti-pembengkakan. Remasan daun atau tumbuhan daunnya digunakan sebagai tapal untuk mengobati bisul. Rebusan akar digunakan untuk mengobati wasir dan varises. Tepung yang berasal dari biji digunakan sebagai pupur obat jerawat.

Akar basah seberat 15—35 gr atau akar kering 8—15 gr direbus dengan air sebanyak 800 ml kemudian direbus dan sisakan hingga setengahnya 400 ml. Setelah disaring dan didinginkan minum rebusan akar ini 2 kali sehari pagi dan sore, setiap minum sebanyak 200 ml atau satu  gelas.

Nama lokal:

kembang pukul empat, kembang pagi sore (Melayu); kembang asar, bedak-bedakan (Betawi); seerat, kederat (Jawa); kederat (Bali); lorolaka (Timor); turaga, pukul empat (Minahasa); bunga tete apa (Makassar); cako raha (Ternate dan Tidore); kupa oras (Ambon).

Nama Inggris: four o’clock plant.

Klasifikasi

Bangsa : Caryophyllales (bangsa bayam)
Suku : Nyctaginaceae (kampah-kampahan)
Jenis : Mirabilis jalapa L. (kembang pukul empat)

Daftar Pustaka

Afriastini, J.J. 1992. Daftar nama tanaman. PT Penebar Swadaya, Jakarta.

Anwar dkk., J. 1984. Ekologi Ekosistem Sumatera. GadjahMada University Press, Yogyakarta.

Backer, C.A. 1951. Valerianaceae in Flora Malesiana, ser 1, 4(3) : 253-254. Noordhoff-Kolff, N.V. Jakarta.

Backer, C. A. and R. C. Bakhuizen van den Brink Jr. 1963-1968. Flora of Java, volume 3. N. V. P. Noordhoff, Groningen.

Badan Litbang Kehutanan Jakarta. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta.

Brink, M and R.P. Escobin (eds.). 2003. PROSEA 17: Fibre plants. PROSEA, Bogor, Indonesia.

Cronquist, A. 1988. The Evolution and classification of floweringplants. Second Edition. The New York Botanical Garden, New York.

Dahlgren, R.M.T., Clifford, H.T. and Yeo, P.F. 1985. The families of the monocotyledons. Springer-Verlag, Ber­lin.

Dallimore, W and Jackson A.Bruce. 1931. A Handbook of Coniferae IncludingGinkgoaceae. Edward Arnold & Co, London

Ding, H. 1954. Flacourtiaceae in Flora Malesiana, ser 1, 5(1). Noordhoff-Kolff, N.V. Jakarta.

Ding, H. 1964. Celastraceae in Flora Malesiana, ser 1, 6(3). Noordhoff-Kolff, N.V. Jakarta.

Encyclopedia Britannica. 1983. Helen Hemingway Benton, Chicago.

Engel, D.H. and S. Phummai. 2000. A Field Guide to Tropical Plants of Asia. Timber Press, Oregon.

Ensiklopedi Indonesia. 1980. PT Ichtiar Baru van Hoeve, Jakarta.

Ensiklopedi Nasional Indonesia. 1988. PT Cipta Adi Pustaka, Jakarta.

Grieve, M. 1931. A Modern herbal: The medicinal, culinary, cosmeticand economicproperties, cultivation and folk­lore of herbs, grasses, fungi, shrubs and trees withall their modern scientificuses. Hafner Press, New York.

Henderson, M.R. 1974. Malayan Wild Flowers, Monocotyledons. The Malayan Nature Society, Kuala Lumpur.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia (terjemahan). Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan, Jakarta.

Heywood, V.H., R.K. Brummitt, A. Culham, O. Seberg. 2007. Flowering Plants Families of the World. Firefly Books Ltd. UK.

Hong, TD Linington,S & Ellis, RH. 1998. Compendium of Information on Seed

Indonesian Institute of Sciences. 1991. An Alphabetical List of Plant Species Cultivated in The Bogor BotanicGarden. Indonesia BotanicGarden, Bogor.

Jacobs and Moore Jr., H.E. 1971. Violaceae in Flora Malesiana, ser 1, 7(1). Noordhoff-Kolff, N.V., Jakarta.

Jones Jr., S.B. and Luchsinger, A.E. 1979. Plant systematics. McGraw-Hill. Inc, New York.

Kalkman, C. 1993. Flora Malesiana, series I, vol. 11, part 2.

Koen, W., dkk. 1983. Tetumbuhan. Tira Pustaka, Jakarta.

Nielson, I.C. 1992. Flora Malesiana, series I, vol. 11, part 1.

Pracaya. 1991. Hama dan Penyakit tanaman. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.

Prent, K., dkk. 1969. Kamus Latin-Indonesia. Yayasan Kanisius, Semarang.

Rifai, M.A. 1973. Kode Internasional Tatanama Tumbuh-tumbuhan. Herbarium Bogoriense, Bogor.

Rifai, M.A. 1979. Daftar istilahbiologi. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Ruijt, J. 1969. The biology of parasiticplant. University of California Press. Berkeley and Los Angeles.

Saleh, H.M. 1993. Pupuk dan cara pemupukan (terjemahan). Penerbit Bhratarakarya Aksara, Jakarta.

Samingan, T. 1982. Dendrologi. Gramedia, Jakarta.

Sastrapradja, S., dkk. 1980. Jenis-jenis kayu Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta.

Sastrapradja Setijati dan Rahadian Bimantoro. 1981. Tumbuhan Air. Lembaga Biologi Nasional-LIPI Bogor.

Sleumer, H. 1954. Flacourtiaceae in Flora Malesiana, ser 1, 5:1-1-6. Noordhoff-Kolff, N.V., Jakarta.

Sleumer, H. 1967. Ericaceae in Flora Malesiana, ser 1, 6(5). Noordhoff-Kolff, N.V. Jakarta.

Soepardi, G. 1983. Sifat dan ciri tanah. Institut Pertanian Bogor.

Soltis, D.E., Soltis, P.S., Endress, P.K. and Chase, M.W. 2005. Phylogeny and evolution of Angiospems. Sinauer Inc. Sunderland-Massachusetts.

Sosef, M.S.M, L.T. Hongand S. Prawirohatmodjo. (eds.). 1998. PROSEA 5 (3) Timber trees : Lesser-known timbers. PROSEA, Bogor, Indonesia.

Stearn, W.T. 1996. Botanical Latin: History, grammar, syntax, terminology and vocabulary. 4th Edition. A David and Charles Book. Newton Abbot, England.

Suhono, Budi. 2002. Kamus Botani. Koperasi Joang Sejati, Jakarta.

Suprapto, R. 1996. Kamus IstilahTumbuhan. Dahara Prize, Semarang.

The Angiosperm Phylogeny Group. 2003. An update of the Angiosperm phylogeny groupclassification for the orders and families of floweringplants: APGII. Botanical Journal of the Linnaean Society 141: 399-436.

Tjitrosoepomo, G. 1993. Taksonomi tumbuhan (Spermatophyta). GadjahMada University Press, Yogyakarta.

Tjitrosoepomo, G. 2005. Morfologi Tumbuhan. GadjahMada University Press, Yogyakarta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>